Arsip Kategori: Sistem Informasi

Microsoft Dynamics AX

Microsoft Dynamics AX merupakan salah satu produk dari Microsoft Dynamics ERP yang dirancang untuk membantu organisasi melakukan dengan standarisasi proses dan membantu dalam penyesuaian. Microsoft Dynamics AX awalnya dikembangkan dengan nama Axapta di Denmark, dan diambil alih Microsoft pada tahun 2002. Customisasi pengembangan dan modifikasi AX dapat dilakukan menggunakan IDE-nya sendiri yaitu MorphX dan menggunakan bahasa pemogramannya adalah X++.

Feature Microsoft Dynamics AX
• Fungsi negara spesifik untuk mempermudah pengguna mematuhi peraturan lokal di 36 negara.
• Workflows yang mengotomatisasi proses bisnis, menegakkan standar prosedur operasi untuk membatasi resiko organisasi.
• Memberikan keamanan, kehandalan dan skalabilitas melalui integrasi dengan Microsoft SQL Server 2008 (contoh, database dapat dikompres hingga 40-60 persen).

Dengan menggunakan Dynamic AX dapat mensupport bisnis secara keseluruhan dimana di dalamnya dapat ditemukan semua standar aplikasi ERP, yang merupakan satu kesatuan yang mudah untuk digunakan secara menyeluruh,yaitu :
• Analitis
• Costumisasi
•  Distribusi
•  E-commerce
•  Manajemen Keuangan
•  Manajemen Sumber Daya Manusia
•  IT Infrastruktur Manajemen
•  Perindustrian
•  Project management
•  Sales dan Pemasaran
•  Supply chain management

Kelebihan Microsoft Dynamics AX
Menggunakan platform microsoft sehingga Microsot Dynamics AX ini sangat mudah untuk diintegrasikan dengan produk Microsoft lainnya.
• Sangat fleksibel dan mudah dimodifikasi.
• Microsoft Dynamics AX mampu memperluas areal bisnis di internet.
• Terjangkau bagi perusahaan kelas menengah kebawah.
• Kemampuan dan support internasional / lokal yang kuat.
• Dukungan manajemen terhadap multi mata uang yang baik.
• Keamanan dan fungsionalitas yang kuat.
• Terintegrasi dengan software CRM.

Kelemahan Microsoft Dynamics AX
• Dalam Microsoft Dynamics AX hanya tersedia beberapa modul yang dinilai kurang lengkap dan tidak menunjang bagi beberapa bagian dalam perusahaan.
• Microsoft Dynamics Ax hanya cocok digunakan pada platform Windows.

Customer Relationship Management “CRM”

Pengertian CRM
Adapun beberapa pengertian CRM menurut para ahli, yaitu :
Menurut  Kalakota dan Robinson : 2001, CRM sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi.
Menurut Laudon dan Traver : 2002, CRM menyimpan informasi pelanggan dan menyimpan serta merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.
Menurut Kotler : 2003, CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan melalui penggunaan informasi tentang pelanggan.
Menurut Haryati, S : 2003, CRM didefinisikan sebagai sebagai suatu rangkaian aktifitas sistematik yang terkelola sebagai usaha untuk semakin memahami, menarik perhatian, dan mempertahankan loyalitas pelanggan yang menguntungkan ( Most Profitable Customer ) demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa :
Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management “CRM” ) merupakan jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya, yang mana tujuannya untuk meningkatkan hubungan dengan tiap pelanggan demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Komponen CRM
Komponen utama dari CRM adalah Otomasi Tenaga Penjualan ( Sales Force Automation “SFA” ), yang mana dapat membantu para Sales Representative untuk mengatur account dan Track Opportunities pelanggan, mengatur daftar kontak yang pelanggan miliki, mengatur jadwal kerja mereka, memberikan layanan training online yang dapat menjadi solusi untuk training jarak jauh, serta membangun dan mengawasi alur penjualan mereka, dan juga membantu mengoptimalkan penyampaian informasi dengan news sharing.

Menurut Blueprint CRM Telkom ada tiga komponen CRM yaitu ( CRM, Team : 2002 ) :
1. Customer
adalah segala pihak yang pernah, akan dan sedang merasakan produk jasa dan layanan yang diberikan perusahaan, baik dalam proses melihat, membeli dan pemeliharaan. Perlu diingat bahwa tidak semua pelanggan merupakan pelanggan potensial. Dimana 80% keuntungan perusahaan diperoleh dari 20% pelanggan potensial.

2. Relationship
Dalam membangun Relationship ( Hubungan ) dengan pelanggan, perusahaan harus memahami mata rantai yang menghubungkan perusahaan dengan pelanggannya yaitu komunikasi dua arah. Tujuan dari hubungan dengan pelanggan adalah kepuasan jangka panjang yang melampaui transaksi individual. Arena hubungan mengimplikasikan loyalitas, emosi dan perasaan positif terhadap sesuatu atau seseorang.

3. Management
CRM harus berfokus pada pengelolaan dan peningkatan hubungan sejati dengan pelanggan dalam jangka panjang. CRM membantu perusahaan untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang nilai yang diperoleh dari mengembangkan hubungan yang solid dan kontribusi hubungan tersebut bagi pengembangan keunggulan kompetitif perusahaan.

Tahapan CRM
Ada tiga tahapan CRM menurut Kalakota dan Robinson : 2001, yaitu :
1. Mendapatkan pelanggan baru ( Acquire ), Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.
2. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada ( Enhance ), Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya ( Customer Service ). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan ( Reduce Cost ).
3. Mempertahankan pelanggan ( Retain ), merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

Fungsi dalam CRM
Sebuah sistem CRM harus dapat menjalankan fungsi:
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
2. Mengusung falsafah Customer Oriented ( Customer Centric ).
3. Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan.
4. Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan.
5. Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna.
6. Menangani keluhan / komplain pelanggan.
7. Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan.
8. Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari   pelanggan.

Tips sebelum membeli Flashdisk

1. Bahan dan Desain dari Flashdisk
Selain tampilan fisik dari Flashdisk yang menarik, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kelengkapan produksi seperti tali gantungan, tutup casing flashdisk, paket CD driver, fasilitas anti air, pengunci manual di luar casing, kabel USB, dan aksesoris lainnya. Flashdisk berbahan karet, biasanya lebih minim kerusakan apabila sering terjatuh.

2. Dalam segi Keamanan
Apabila ingin menyimpan data dalam Flashdisk yang tidak ingin diketahui sembarang orang, usahakan membeli FlashDisk yang memiliki password di dalamnya, ini juga dapat mencegah pencurian data apabila Flashdisk hilang, contohnya FlashDisk yang memilik Password di dalamnya merk Pqi serie U339S.

3. Kapasitas Flashdisk
Kapasitas Flashdisk sesuaikan dengan kebutuhan, karena jika tidak begitu maka akan lebih sering membeli flasdisk. Biasanya kapasitas 2 GB sudah standart, dan sesuai dengan budget lebih murah.

4. Kecepatan mentransfer Data
Kecepatan transfer data pada umumnya yang lebih baik adalah High Speed USB 2.0 ( kecepatan berkisar 14 Mb/s hingga 24 Mb/s ), atau masih memiliki kecepatan lebih baik dari USB 1.1. Kecepatan ini akan berpengaruh apabila connect ke komputer, yang mana akan sulit apabila kecepatan transfer datanya kecil.

5. Merk Flashdisk
Dalam membeli Flashdisk perhatikan juga merknya, jangan membeli Flashdisk yang masih belum jelas merknya ( yang belum diketahui ). Carilah Flasdisk yang memiliki service center yang jelas.

6. Masa Garansi
Ketahanan Flashdisk pada umumnya berkisar antara 2-3 tahun, jadi sampai tertipu apabila ada yang menawarkan Flashdisk dengan garansi lebih dari itu dengan harga yang murah ( jadi dipikirkan kembali kualitasnya ).

7. Software Pendukung
Carilah Flashdisk yang memiliki Chip Pengontrol di setiap unitnya. Chip Pengontrol, yang mana berfungsi untuk dapat memudahkan menginstall USB flashdisk dengan berbagai macam software portabel, seperti: Security Software, Partition Software, File Synchronization, dan lain-lain, sehingga dapat Compatible dengan beberapa system operasi, tanpa harus menggunakan driver atau tidak tergantung dengan driver tertentu.