Monthly Archives: September 2009

Lingkungan Bisnis

Pengertian Bisnis

Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat ( bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society ) [Huat, T Chwee,1990]

Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan [Griffin & Ebert]

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa :

Bisnis adalah  kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Pengertian Lingkungan Bisnis
Adalah faktor-faktor yang berada diluar jangkauan perusahaan yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman.

Faktor Lingkungan Bisnis
1. Lingkungan Mikro Bisnis
adalah para pelaku yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan, yang mempengaruhi perusahaan.

2. Lingkungan Makro ( Lingkungan Umum )
adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan.

Lingkungan Makro ini terdiri dari :
a. Faktor Ekonomi
Yang perlu dianalisis adalah :
Siklus ekonomi
Gejala inflansi dan deflasi
Kebijaksanaan moneter
Neraca pembayaran

b. Faktor Demografi
Terdiri dari :
Perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan
Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai dengan perubahan umurnya.
Distribusi pendapatan.
Tingkat pengangguran.

c. Faktor Geografi
Faktor geografi juga penting diamati oleh perencana strategi, untuk menentukan peluang dan ancaman perusahaan.

d. Faktor Teknologi
Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan perusahaan.

e. Faktor Pemerintah
Perubahan-perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai bentuk peraturan, dapat merupakan peluang bagi perusahaan dan dapat pula hambatan / ancaman bagi perusahaan.

f. Faktor Sosial
Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan masyarakat, khususnya langganan dan karyawan.

g. Faktor Politik
1. Kekuatan politik
2. Perbedaan ideologi.

Lapisan 7 OSI, ARP, Perbedaan Switch dengan Hub

I. Lapisan 7 OSI
I.1. Pengertian
Model OSI ( Open System Interconnection ) adalah suatu dekripsi abstrak mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Open Systems Interconnection ( OSI ). Model ini disebut juga dengan model “Tujuh lapisan OSI” ( OSI seven layer model ). Ketujuh lapisan dalam model ini adalah :
1.Lapisan Fisik ( Physical Layer )
2.Lapisan Koneksi data ( Data Link Layer )
3.Lapisan Jaringan ( Network Layer )
4.Lapisan Transpor ( Transport Layer )
5.Lapisan Sesi ( Session Layer )
6.Lapisan Presentasi ( Presentation Layer )
7.Lapisan aplikasi ( Application Layer )

Berikut deskripsi Model Referensi OSI :
•Sebuah Model Layer.
•Setiap layer melakukan sekumpulan fungsi tertentu untuk mensukseskan komunikasi data.
•Setiap layer bergantung pada layer yang ada di bawahnya untuk melakukan fungsinya.
•Setiap layer akan mendukung operasi lapisan yang berada di atasnya.
•Implementasi pada setiap lapis seharusnya tidak bergantung pada lapisan lainnya.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

I.2. Karakteristik Model Layer OSI


OSI

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. Ke-7 layer bekerja dari layer teratas menuju ke bawah sesuai urutan : aplication, presentation, session, transport, network, data-link, dan physical.

I.3. Lapisan-lapisan 7 OSI
1.Lapisan Fisik ( Physical Layer )
Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. Fungsi Physical Layer dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit.

2.Lapisan Koneksi Data ( Data Link Layer )
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

3.Lapisan Jaringan ( Network Layer )
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

4.Lapisan Transpor ( Transport Layer )
Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Dan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya.

5.Lapisan Sesi ( Session Layer )
Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja.

6.Lapisan Prensentasi ( Presentation Layer )
Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

7.Lapisan Aplikasi ( Application Layer )
Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

I.4. Transmisi Data Pada Model OSI
•Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.
•Pressentation layer dapat membentuk data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di ujung depannya, yang diberikan oleh session layer.
•Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya.
•Pada mesin tersebut, semua header tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

II. ARP
II.1. Pengertian
Address Resolution Protocol ( ARP ) dan Reverse Address Resolution Protocol ( RARP ) menggunakan alamat fisik unicast dan broadcast. Sebagai contoh Ethernet akan menggunakan alamat FFFFFFFFFFFF16 sebagai alamat broadcast. Sesungguhnya ARP dan RARP adalah proses pemetaan alamat fisik ( Physical Address ) seperti alamat NIC yang berasosiasi kepada logical address ( alamat IP ) atau sebaliknya.

II.2. Format Paket ARP
•Hardware Type
adalah tipe hardware/perangkat keras. Banyak bit dalam field ini adlah 16 bit. Sebagai contoh untuk Ethernet mempunyai tipe 1.
•Protocol Type
adalah tipe protokol di mana banyaknya bit dalam field ini 16 bit. Contohnya, untuk protokol IPv4 adalah 080016.
•Hardware Length
adalah field berisi 8 bit yang mendefinisikan panjang alamat fisik. Contohnya, untuk Ethernet, panjang alamat fisik adalah 6 byte.
•Protocol Length
adalah field berisi 8 bit yang mendefinisikan panjang alamat logika dalam satuan byte. Contoh : untuk protokol IPv4 panjangnya adalah 4 byte.
•Operation Request & Reply
adalah field berisi 16 bit ini mendefinisikan jenis paket untuk ARP apakah itu berjenis ARP request atau ARP reply.

•Sender Hardware Address
banyaknya field adalah variabel yang mendefinisikan alamat fisik dari pengirim. Untuk Ethernet panjang nya 6 byte.

•Sender Protocol Address
field ini panjangnya juga variabel dan untuk mendefiniskan alamat logika ( alamat IP ) dari pengirim.

•Target Hardware Address
field ini panjangnya juga variabel yang mendefiniskan alamat fisik daripada target. Pada paket ARP request, field ini isinya 0 semua.

•Target Protocol Address
field ini panjangnya juga variabel dan mendefinisikan alamat logika (IP) dari target.

III. Perbedaan Switch dan Hub
Switch dan hub merupakan komponen penting dalam jaringan. Keduanya berfungsi mentransfer data dalam suatu jaringan. Perbedaannya adalah
Switch biasanya banyak digunakan untuk jaringan LAN token star dan digunakan sebagai repeater / penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam Switch biasanya terdapat routing yang berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN, di dalam Switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge, jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya, dan mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan.
Sedangkan Hub sama seperti Switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing, sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer ( broadcast ).  Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut, dan hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu.

Perbedaan Sistem Bisnis di Indonesia dengan di Cina

Pengertian Sistem Bisnis
•Suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. ( Huat, T Chwee, 1990 ).
•Merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. ( Griffin & Ebert ).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang ( organisasi ) yang menciptakan nilai ( create value ) melalui penciptaan barang dan jasa ( create of good and service ) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Perbandingan Sistem Bisnis di Indonesia dengan Sistem Bisnis di Luar Negeri

Sistem Bisnis di Indonesia
Sistem Bisnis Indonesia terdiri dari lima komponen utama yaitu Input, Proses, Output, Feedback dan Environment. Sistem Bisnisnya menggunakan cara perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Konsep bisnis di indonesia cenderung kepada bagaimana mensejahterakan rakyat.
•Input Bisnis Indonesia meliputi Sumber daya manusia, Modal, Uang, Bahan baku, Peralatan dan mesin, Tanah dan Bangunan, Kewirausahaan, Teknologi, Informasi dan Pelanggan.
•Proses Bisnis Indonesia menggunakan berbagai Teknologi, misalnya Industri yang ada menggunakan teknologi maju untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi bagi perekonomian, tetapi ada juga sektor Industri yang menggunakan teknologi tradisional.
•Feedback ( Umpan balik ) muncul sebagai hasil proses evaluasi, yaitu membandingkan antara standart output yang diharapkan dengan output yang sesungguhnya yang dihasilkan.
•Lingkungan Perusahaan ( Bussiness Environment ), Perusahaan sebagai sistem terbuka melakukan aktivitasnya di dalam lingkungan perusahaan dan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan yang terdiri dari berbagai kekuatan, sumber daya dan lembaga-lembaga yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan akan digunakan oleh empat sektor yang ada dalam Sistem Ekonomi Indonesia yaitu Sektor Perusahaan, Sektor Rumah tangga, Pemerintah ( Government Sector ), Asing ( Foreign Sectors ).

Sistem Bisnis di Luar Negeri ( Cina )
Sistem Bisnis Cina mengutamakan interaksi tatap muka atau face to face antara pedagang dan pelanggan serta komunikasi dengan banyak orang. Secara singkat, Sistem Bisnis Cina dapat dijelaskan sebagai berikut :
•Sistem Bisnis Cina menghendaki adanya proses, yaitu sesuatu yang terjadi dengan cara tertentu dan memperoleh hasil yang diharapkan.
•Sistem Bisnis Cina mempercayai hubungan baik dengan pelanggan adalah sangat penting untuk menciptakan usaha yang maju.
•Sistem Bisnis Cina menghendaki adanya proses, biar sedikit dan lambat asal langgeng. Lebih baik memberikan perhatian penuh pada satu jenis kegiatan dan setelah berhasil baru mencoba kegiatan yang lainnya.
•Pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi dengan potongan harga dan kemudahan kredit. Pelanggan puas adalah kunci sukses Sistem Bisnis Cina.
•Pekerja dalam Bisnis Cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis. Sistem Bisnis Cina menghendaki adanya sepenanggungan antara pemilik ( tauke ) dengan pekerja. Dalam Bisnis Cina juga ada tradisi untuk makan bersama dengan pekerja sebagai suatu keluarga besar pada tahun baru Cina.

Perbedaan Sistem Bisnis di Indonesia dengan Sistem Bisnis di Cina
Sistem Bisnis Indonesia menggunakan cara perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Konsep bisnis di indonesia cenderung kepada bagaimana mensejahterakan rakyat dan cenderung memiliki jarak kekuasaan yang ‘jauh’ antara pemimpin dan bawahannya ( pekerja ). Sedangkan Sistem Bisnis Cina mengembangkan budaya organisasi dengan menyempurnakan budaya tradisional maupun budaya perekonomian pasar yang kompetitif dan adanya sistem manajemen pararel yaitu sistem administrasi dan struktur kepemimpinan internal yang melibatkan orang-orang di lingkungan Partai Komunis yang disebut sistem “dua kendali”, Pekerja dalam Bisnis Cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis dan menghendaki adanya sepenanggungan antara pemilik dengan pekerja.