Monthly Archives: Oktober 2009

Motivasi, Kepuasan dan Memimpin Karyawan

Peran Psikologis di Perusahaan
Psikologi dalam pengertian umum adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah-laku manusia. Bagi orang awam seringkali Psikologi disebut dengan ilmu jiwa karena berhubungan dengan hal-hal psikologis / kejiwaan.
Dalam perjalanannya sebagai sebuah ilmu, Psikologi telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan organisasi atau perusahaan. Peran Psikologi dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan akan terlihat apabila setiap individu memiliki pemberdayaan psikologis yang tinggi, karena dengan pemberdayaan psikologi yang tinggi akan memberikan motivasi yang tinggi sehingga berdampak kepada kinerja pekerjaan yang mereka tangani, selain itu akan timbul perasaan positif terhadap pekerjaan tersebut.
Peran Psikologi dalam perusahaan, menurut John Miner dalam bukunya Industrial-Organizational Psychology ( 1992 ), dapat dirumuskan dalam 4 bagian :
1. Terlibat dalam Proses Input
adalah melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.

2. Berfungsi sebagai Mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada Produktivitas
melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan manajemen keamanan kerja dan teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan, menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas karyawan.

3. Berfungsi sebagai Mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada Pemeliharaan
melakukan hubungan industrial ( pengusaha-buruh-pemerintah ), memastikan komunikasi internal perusahaan berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam penentuan gaji pegawai dan bertanggung jawab atas dampak  yang ditimbulkannya, pelayanan berupa bimbingan, konseling dan therapi  bagi karyawan-karyawan yang mengalami masalah-masalah psikologis.

4. Terlibat dalam proses output
melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan, mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.

Jadi dari peran di atas dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi.

Pentingnya Kepuasan dan Moral
Pengertian kepuasan dalam bekerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan dimana para karyawan memandang pekerjaannya. Hal ini nampak pada sikap karyawan terhadap pekerjaannya, sikap positif bila puas atau sikap negatif bila tidak puas.
Ketidakpuasan karyawan dapat dinyatakan dalam berbagai cara. Misalnya, berhenti bekerja, karyawan mengeluh, tidak patuh, atau mengelakkan sebagian dari tanggung jawab kerjanya. Sementara kepuasan kerja merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh setiap karyawan di tempat kerjanya. Adanya karyawan yang puas membuat moral kerja, dedikasi, kecintaan, dan kedisiplinan karyawan meningkat. Untuk itu sudah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk menciptakan kepuasan kerja para karyawannya.
Jadi kesimpulannya adalah kepuasan dan moral sangat saling berhubungan, karena ketika diri setiap individu tidak merasa puas terhadap hasil kinerjanya di perusahaan, maka akan berdampak pada moral setiap individu tersebut. Baik dan buruknya Moral setiap individu bergantung pada kepuasan yang diperoleh.

Motivasi dalam Lingkungan Kerja
Seorang Manajer harus mampu untuk memotivasi karyawannya secara aktif dan harus dapat mempengaruhi tingkat motivasi karyawannya, jika kinerja perlu diperbaiki, manajer harus turut campur dan membantu menciptakan atmosfer yang mendorong, mendukung, dan mempertahankan  perbaikan.
Motivasi dalam lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja yang akan dilakukan seorang karyawan untuk melakukan suatu aktivitas kerjanya di suatu perusahaan, ketika motivasi karyawan untuk melakukan suatu aktivitas kerja menurun, ini akan berdampak pada hasil kinerja kerjanya yang menjadi tidak maksimal. Begitu sebaliknya, ketika motivasi karyawan meningkat maka hasil dair aktivitas kerjanya akan maksimal dan baik.
Maka seorang manajer harus aktif memotivasi karyawannya dengan cara yang baik agar tercipta lingkungan kerja yang baik.

Strategi untuk meningkatkan Kepuasan dan Moral Kerja
Untuk strategi meningkatkan kepuasaan dan moral kerja karyawan, perusahaan-perusahaan biasanya mencoba untuk membuat dan mengimplementasikan berbagai jenis program yang dirancang untuk membuat pekerjaan menjadi lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan kepuasaan dan moral kerja dari karyawan.
Program-program yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kepuasan dan moral dari karyawan antara lain :
1. Menaikan upah karyawan.
2. Memberikan kenaikan jabatan kepada karyawan yang berprestasi.
3. Kepastian kerja.
4. Memberikan bonus uang tunai kepada karyawan yang berkinerja baik dalam perusahaan.
5. Memberikan kompensasi kepada karyawan.
6. Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Gaya Manajerial dan Kepemimpinan
Menurut DR. Winardi, SE. Kepemimpinan adalah merupakan hubungan dimana seseorang atau pemimpin mempengaruhi orang lain, serta memiliki kemampuan untuk mendayagunakan pengaruh interpersonal melalui alat-alat komunikasi dan bersedia bekerjasama berkaitan dengan tugas yang akan dicapai sesuai dengan keinginan dari pemimpin tersebut.
Gaya kepemimpinan dalam perusahaan merupakan hal penting dalam sebuah era organisasi, pengaruh yang signifikan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh nyata ( berarti ) terhadap kinerja karyawan.

Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan / Pemimpin antara lain :
1. Pemimpin otokratik
Memusatkan kuasa dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri, dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkannya. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antara lain memuingkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.

2. Pemimpin partisipatif
Lebih banyak mendesentralisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak. Karena keputusan itu timbul dari upaya konsultasi dengan para bawahannya dan keikutsertaan mereka.

3. Pemimpin bebas kendali
Menghindari kuasa dan tanggungawab, kemudian menggantungkan kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri. Dalam gaya kepemimpinan ini kelompok melatih dan menyediakan motivasi bagi mereka sendiri. Pada gaya ini sangat memungkinkan berbagai unit organisasi yang berbeda untuk bergerak maju dengan tujuan yang bertentangan dengan yang lainnya, dan ini akan menimbulkan kekacauan. Tetapi bermanfaat dalam situasi dimana pemimpin dapat memberi peluang sepenuhnya kepada kelompok untuk melakukan pilihan mereka sendiri.

Iklan

Memanajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Karyawan

Landasan Memanajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Edwin Flippo yang di alih bahasakan oleh Moh Masud bahwa Memanajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.
Menurut T. Hani Handoko Memanajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Memanajemen Sumber Daya Manusia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.
Tujuan utama dari memanajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumber daya manusia ( Karyawan ) terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan.

Perencanaan Sumber Daya Manusia
Titik awal dalam menarik sumber daya manusia yang berkualitas adalah perencanaan. Perencanaan sumber daya manusia melibat analisis pekerjaan serta perkiraan permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Analisis pekerjaan adalah analisis sistematis terhadap pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi. Analisis pekerjaan terdiri dari dua bagian, yaitu :
1. Deskripsi Pekerjaan
Merincikan tugas-tugas beserta tanggungjawab suatu pekerjaan, lingkungan kerja serta alat, bahan, perlengkapan, dan informasi yang digunakan dalam melakukan pekerjaan tersebut.

2. Spesifikasi Pekerjaan
Merincikan keterampilan, kemampuan, dan pengalaman untuk melakukan pekerjaan tersebut secara efektif.

Staffing Organisasi
Penyusunan staf dalam organisasi merupakan salah satu tugas yang paling rumit dan penting dalam memanajemen sumber daya manusia yang baik. Penyusunan staf dari luar maupun dari dalam harus diawali dengan rekrutmen yang efektif.
Rekrutmen adalah proses penarikan orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan lamaran atas pekerjaan yang belum terisi. Rekrutmen menurut asalnya dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Rekrutmen Internal
Berarti mempertimbangkan karyawan yang ada sebagai kandidat atas lowongan pekerjaan tersedia sehingga juga dapat membantu membangun semangat kerja dan mempertahankan karyawan yang berkualitas tinggi agar tidak meninggalkan perusahaan.

2. Rekrutmen External
Melibatkan usaha menarik orang-orang dari luar organisasi untuk melamar lowongan pekerjaan. Metode rekrutmen external meliputi pemasangan iklan, wawancara di kampus, badan-badan pencari tenaga kerja atau eksekutif, aula rekrutmen serikat pekerja, referensi dari karyawan yang ada dan rekrutmen “walk in” atau “gate hire” ( Orang yang datang tanpa diseleksi terlebih dahulu ).

Membangun Etos Kerja
Secara etimoligis, etos berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan, adat istiadat atau kebiasaan. Sebagai suatu subyek dari arti etos tersebut adalah etika yang berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Dikatakan memiliki etos kerja yang tinggi, apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

• Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia.
• Menempatkan pandangan tentang kerja, sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia.
• Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia.
• Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam mewujudkan cita-cita,
• Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah.

Sedangkan bagi individu atau kelompok masyarakat, yang dimiliki etos kerja yang rendah, maka akan menunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya, yaitu:

• Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri,
• Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia,
• Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan
• Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan,
• Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.

Ada 8 sikap batin menurut Sinamo ( 2005:29-189 ) etos kerja yang mampu membangun dan meningkatkan motivasi etos kerja, yaitu :
1. Kerja adalah anugerah
Apa pun pekerjaan, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari ALLAH SWT.

2. Kerja adalah mandate / amanat
setiap pekerjaan yang dilakukan, mendapat mandate / amanat yang harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab, karena kita dipercaya oleh pihak yang memberi mandate / amanat.

3. Kerja adalah aktualisasi
kerja adalah cara untuk mengaktualisasikan / menunjukkan jati diri. Kalau melakukan pekerjaan dengan baik, maka jati diri juga positif.

4. Kerja adalah panggilan
Setiap pekerjaan adalah panggilan dari Tuhan Yang Maha Esa, untuk melakukan kewajiban sesuai bakat / talenta yang dimiliki.

5. Kerja adalah ibadah
Dengan bekerja yang baik, memuliakan Tuhan yang melindungi dan memberkati.

6. Kerja adalah seni
Masing-masing pekerjaan yang dilakukan bukan seperti ilmu pasti, Variasi tugas, masalah yang dihadapi, seringkali membuat harus melakukan toleransi dan improvisasi seperti membuat sebuah karya seni.

7. Kerja adalah kehormatan
Apapun yang dilakukan memiliki peran yang penting. Setiap peran baik guru, siswa, karyawan, satpam, jaga malam mempunyai peranan penting. Seperti jam dinding, yang penting bukan hanya jarum jam-nya saja, tetapi juga per-nya, mesin, baut yang tidak kelihatan, justru itulah yang membuat jamnya bisa berfungsi. Sebuah kehormatan memberikan sumbangsih dalam hidup ini.

8. Kerja adalah pelayanan
Setiap hal yang dilakukan, termasuk menjaga keamanan, membersihkan gedung dan sebagainya, bertujuan membantu orang lain agar bisa berfungsi dengan baik.Jadi pekerjaan adalah bentuk pelayanan untuk menolong orang lain.

Kompensasi dan Insentif
Kompensasi dan Insentif sangat pentin bagi pegawai guna merangsang seseorang untuk melakukan pekerjaan melebihi apa yang diinginkan organisasi.
Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kontribusi yang telah diberikan kepada organisasi ( Davis & Werther,2002 ). Apabila kompensasi diberikan secara tepat, maka pegawai akan memperoleh kepuasan kerja dan termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Sistem Kompensasi yang diberikan oleh perusahaan adalah tunjangan. Tunjangan itu berupa upah dan gaji, rencana pensiun dan pemuatan biaya tunjangan.
Rencana Pensiun merupakan salah satu tunjangan penting yang tersedia bagi banyak karyawan. Kebanyakan rencana pensiun yang disponsori perusahaan diatur sedemikian rupa agar dana dibayar kepada karyawan ketika mereka pensiun.

Persetujuan Kolektif
Tawar Menawar merupakan satu proses yang terus berjalan yang mencakup baik pembuatan konsep maupun pelaksanaan syarat-syarat kontrak tenaga kerja.
Proses tawar menawar kolektif dimulai ketika serikat buruh dikenal sebagai negosiator yang istimewa bagi para anggotanya. Untuk menyepakati sebuah kontrak dimulai ketika pemimpin serikat buruh bertemu dengan perwakilan manajemen. Sesi-sesi negosiasi berfokus pada pengidentifikasikan zona tawar menawar.
Bila permintaan tidak dipenuhi, serikat buruh mungkin menempuh berbagai taktik untuk meraih tawar menawar. Yang paling utama adalah pemogokan, yang mungkin berbentuk demonstrasi, boikot, atau perlambatan kerja.

Pengorganisasian Bisnis Perusahaan

I. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan perusahaan.
Ada Empat Elemen yang terdapat dalam Struktur Organisasi, yaitu :
1.Adanya spesialisasi kegiatan kerja.
2.Adanya standarisasi kegiatan kerja.
3.Adanya koordinasi kegiatan kerja.
4.Besaran seluruh organisasi.

Tahap pertama dalam membangun sebuah Struktur Organisasi Bisnis adalah sebagai berikut :
1.Spesialisasi
adalah Proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya menghasilkan spesialisasi pekerjaan. Spesialisasi ini bertujuan untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dilaksanakan secara efisien dan juga dapat mempermudah manajemen untuk menggantikan orang-orang yang meninggalkan organisasi.

2.Departementalisasi
adalah Proses pengelompokkan orang-orang yang melaksanakan pekerjaan ke dalam unit-unit yang logis, sesuai dengan spesialisasi. Tujuan dari Departementalisasi untuk memudahkan koordinasi, sehingga manajer puncak dapat mudah mengontrol bagaimana berbagai unit berjalan.

II. Menetapkan Hierarki Penetapan Keputusan

Merupakan tahap pengorganisasian untuk menetapkan hubungan pelaporan antara posisi / jabatan sehingga dapat mengetahui siapa saja yang bertanggungjawab pada berbagai keputusan dan operasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara menyusun dan memantapkan kerangka kerja organisasi.

Perkembangan Hierarki dihasilkan dari proses tiga tahap, yaitu :
1.Menetapkan Tugas-tugas
Menentukan siapa yang dapat membuat keputusan dan membuat perincian bagaimana seharusnya tugas itu dilaksanakan.

2.Melaksanakan Tugas-tugas
Mengimplementasikan keputusan yang telah diambil.

3.Mendistribusikan Wewenang
Menentukan apakah organisasi akan bersifat tersentralisasi atau terdesentrlisasi.

III. Bentuk-Bentuk Dasar Struktur Organisasi
Empat bentuk dasar struktur organisasi yang diikuti sebagian besar perusahaan yaitu fungsional, divisional, matriks, dan internasional.

1.Organisasi Fungsional
Merupakan pendekatan struktur organisasi yang digunakan oleh sebagian besar perusahaan berukuran kecil atau menengah dan juga mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi ( pemasaran, operasional, keuangan ) yang ada dalam suatu organisasi /  divisi / sub divisi.
Kelebihan dari Organisasi Fungsional adalah mempromosikan keterampilan yang terspesialisasi, mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas, memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis.
Namun tipe Organisasi Fungsional ini juga memiliki sejumlah keterbatasan, yaitu menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit, mengurangi komunikasi dan koodinasi antar fungsi, menumbuhkan ketergantungan antar fungsi dan kadang membuat koodinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan.

2.Organisasi Divisional
Merupakan desain struktur yang berdasarkan output / produk yang dihasilkan oleh unit / bagian organisasi yang bersangkutan.
Kelebihan dari Organisasi Divisional adalah mendorong akuntabilitas yang lebih besar terhadap hasil akhir, memungkinkan terjadinya diversifikasi keterampilan, dan koordinasi antar fungsi di dalam tiap posisi menjadi lebih mudah.
Organisasi Divisional relative digunakan untuk situasi lingkungan tidak stabil, dan ukuran organisasi relative besar.

3.Organisasi Matriks
Organisasi Matriks adalah Struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan kelompok-kelompok dan anggota kelompok melapor kepada dua manajer atau lebih, dan strukturnya berdasar kombinasi antara Tipe Fungsional dan Tipe Divisional. Bentuk Organisasi Matriks yang sangat fleksibel sehingga dapat segera beradaptasi dalam situasi yang berubah-ubah dan merupakan alat ukur sementara yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah proyek khusus dan hanya mempengaruhi satu bagian perusahaaan.

4.Organisasi Internasional
Organisasi Internasional merupakan struktur yang benar-benar mendunia dengan menggunakan sumber daya ( termasuk modal ), memproduksi barang dan jasa, terlibat dalam penelitian dan pengembangan, tanpa memikirkan batasan-batasan wilayah negara yang ada.
Sebagai contoh seseorang membuka toko pertamanya di Indonesia pada tahun 1990, dengan semakin banyaknya toko yang dibuka di luar negeri pada pertengahan 1990-an, perusahaan itu kemudian menciptakan Departemen Internasional untuk mengatasi ekspansinnya ke luar negeri.

IV. Organisasi Informal
Organisasi Informal merupakan Interaksi sosial sehari-hari antar karyawan, yang lebih penting daripada pekerjaan dan hubungan antar pekerjaan formal dan secara efektif mengubah struktur formal perusahaan itu. Keuntungan dari Organisasi Informal adalah bisa memperkuat Organisasi Formal. Kekurangan dari Organisasi Informal adalah dapat memperkuat politik kantor yang menempatkan kepentingan individu di depan orang-orang dari perusahaan.

Referensi : Ricky W. Griffin and Ronald J. Ebert

Manajemen Bisnis Perusahaan

I. Pengertian Manajer
adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi dan mempunyai peranan penting dalam mengelola perusahaan bisnis, karena manajer harus dapat bertanggungjawab atas kinerja perusahaan dan efektivitasnya, dan juga bersifat dapat dipertanggungjawabkan kepada semua stakeholder ( Customers ). Pada hakikatnya seorang manajer mempunyai beragam tugas dasar yang harus dikuasai dengan baik jika ingin menjadi manajer yang sukses.

II. Tujuan dan Formulasi Strategi
Langkah awal dalam manajemen yang efektif adalah menetapkan sasaran ( Tujuan ) yang diharapkan untuk dicapai suatu bisnis. Dalam hal ini manajer juga harus membuat keputusan mengenai tindakan-tindakan yang akan dan tidak akan mencapai sasaran perusahaan. Hal ini tersebut disebut Strategi, yang merupakan perangkat lunak rencana organisasi untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil demi mencapai tujuan organisasi.

II.1. Jenis-jenis Strategi
Jenis-jenis Strategi sendiri dibagi menjadi tiga jenis Strategi yang biasanya digunakan dipertimbangkan oleh perusahaan. Tiga jenis Strategi itu sebagai berikut :

1.Strategi Perusahaan
Bertujuan untuk menentukan sikap keseluruhan perusahaan kearah pertumbuhan dan cara perusahaan mengelola bisnis.

2.Strategi Bisnis
Strategi pada tingkat unit bisnis yang berfokus pada posisi kompetitif perusahaan.

3.Strategi Fungsional
Untuk memutuskan cara terbaik mencapai tujuan perusahaan melalui produktivitas.

II.2. Menetapkan Sasaran Bisnis
Tujuan dari Penetapan Sasaran Bisnis adalah untuk memberikan arah dan panduan bagi para manajer di semua tingkat, membantu perusahaan dalam mengalokasikan sumber dayanya, membantu membangun budaya perusahaan, dana membantu manajer menilai kerja.
Penetapan Sasaran juga merupakan tolak ukur keberhasilan dalam suatu perusahaan, sehingga setiap perusahaan memiliki sasaran yang berbeda-berbeda tergantung dari maksud dan misi perusahaan itu dan setiap perusahaan juga memiliki sasaran jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek.

•Sasaran Jangka Panjang
adalah Sasaran yang ditetapkan untuk periode waktu yang lama umumnya 5 tahun mendatang

•Sasaran Jangka Menengah
adalah Sasaran yang ditetapkan selama jangka wakatu 1-5 tahun mendatang.

•Sasaran Jangka Pendek
adalah Sasaran yang ditetapkan untuk waktu dekat, biasanya kurang dari 1 tahun.

II.3. Merumuskan Strategis
•Sasaran Strategis
merupakan sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi perusahaan.

•Analisis SWOT
Identifikasi dan analisis kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan ancaman lingkungan sebagai bagian dari perumusan strategi.

•Analisis Lingkungan
adalah proses pengamatan dan penilaian lingkungan bisnis terhadap segala ancaman dan peluang.

III. Proses Manajemen
Proses Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya financial, manusia serta informasi suatu perusahaan untuk mencapai sasarannya.

III.1. Perencanaan
Perencanaan adalah proses pemikiran apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan memiliki tiga komponen, hal itu dimulai sewaktu para manajer menetapkan sasaran perusahaan. Selanjutnya mengembangkan strategi mencapai sasaran tersebut. Setelah strategi dikembangkan, kemudian merancang rencana-rencana taktis dan operasional untuk menjalankan strategi.

III.2. Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan pembagian suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil dan menetapkan cara terbaik untuk mengatur sumber daya dan aktivitas suatu bisnis menjadi struktur yang saling berkaitan.

III.3. Pengarahan
Pengarahan adalah Proses manajemen yang memandu dan memotivasi karyawan untuk mencapai sasaran organisasi. Para manajer mempunyai wewenang memberikan perintah dan meminta hasilnya, akan tetapi pengarahan memerlukan aktivitas yang lebih rumit. Dalam memberikan pengarahan ( Directing ), seorang manajer bekerja untuk memandu dan memotivasi para karyawan guna mencapai sasaran perusahaannya.

III.4. Pengawasan
Pengawasan merupakan proses memonitor kinerja perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut mencapai sasarannya.

IV. Tipe-Tipe Manajer
•Manajer Puncak / Top Manager
Tanggungjawab atas keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan

•Manajer Menegah / Middle Manager
Mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer puncak

•Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
Melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah