Monthly Archives: Agustus 2010

Bola Standard International

Bola yang digunakan dalam permainan atau pertandingan futsal berbeda dengan bola yang digunakan dalam permainan atau pertandingan sepak bola ( lapangan besar ). Di bawah ini akan dijelaskan beberapa spesifikasi Standard International dari bola Futsal dan bola Sepak Bola.

Untuk Standard International bola Futsal adalah sebagai berikut :


  • Berbentuk bulatan sempurna;
  • Lapisan terbuat dari kulit atau bahan lainnya yang layak untuk itu ( Bola dari bahan yang berbulu tidak diperbolehkan dalam pertandingan Internasional );
  • Keliling bola tidak kurang dari 62 cm dan tidak lebih dari 64 cm;
  • Pada saat pertandingan dimulai, berat bola minimum 400 gram dan maksimum 440 gram;
  • Memiliki tekanan sama dengan 0,4-0,6 atmosfir (400-600/cm2) pada permukaan laut.
  • Bola tidak boleh melambung dari permukaan lapangan kurang dari 50 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm ketika dijatuhkan dari ketinggian dari 2 meter.
  • Lambang Resmi dari “FIFA APROAVED“ atau lambang : FIFA INSPECTED” atau Referensi : INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD”

Keterangan :

penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD”.

Untuk Standard International bola Sepak Bola adalah sebagai berikut :


  • Ukuran standar bola sepak adalah berdieameter 68–70 cm dan berat 410–450 g, Tekanan 8–12 psi,
  • Apabila bola dijatuhkan ke tanah, kelembaman bola sekitar 60 %, yang artinya jika dijatuhkan dari ketinggian 1 meter, maka bola akan memantul balik setinggi 60 cm.
  • Bola tidak boleh sewarna dengan warna lapangan, maka tidak ada bola yang berwarna hijau. ( meskipun dalam peraturan FIFA tidak ada peraturan resmi mengenai warna bola ).
  • Untuk mengatasi lapangan yang tertutup salju, harus digunakan bola berwarna orange atau merah cerah.
  • Lapisan bola tidak boleh polos, artinya harus bercorak, karena untuk memperjelas penglihatan jika bola terkena efek berputar.
Iklan

Cara menjadi Pemimpin

Selalu Optimis
Untuk menjadi seorang pemimpin tanamkan dulu sikap optimis dalam diri, karena seorang pemimpin nantinya akan menjalankan visi dan misinya untuk perkembangan perusahaan atau organisasinya.

Miliki Target
Seorang pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mampu menjalankan visi dan misinya sesuai dengan Target yang telah ditentukan. Penentuan Target ini juga dapat meningkatkan semangat untuk meraih apa yang diinginkan. Oleh karena itu jika ingin menjadi seorang pemimpin maka milikilah Target, agar segala hal-hal yang ingin dicapai menjadi terstruktur dengan baik dan berjalan lancar.

Miliki Rasa Bertanggungjawab
Untuk menjadi seorang pemimpin harus mampu bertanggungjawab terhadap perkembangan perusahaan atau organisasinya, ketika pemimpin tidak mampu bertanggungjawab terhadap segala hal yang terjadi dalam perusahaan atau organisasinya maka perusahaan atau organisasinya akan hancur atau bangkrut.

Jadilah Bijaksana
Untuk menjadi seorang pemimpin haruslah bijaksana, karena seorang pemimpin nanti akan memimpin anggota-anggotanya untuk bekerjasama dalam meraih visi dan misi, maka seorang pemimpin harus  mampu mengorganisasikan kemampuan yang dimilikinya secara terorganisir dan dapat memberikan manfaat untuk anggota-anggotanya atau orang lain tanpa harus merugikannya.

Kembangkan Keahlian
Untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki keahlian yang lebih untuk dapat memimpin. Keahlian itu sendiri didapatkan dari pengalaman-pengalaman yang pernah dilalui dan mengasah keahlian yang dimiliki dengan baik.

Mampu Manajemen Waktu
Untuk menjadi seorang pemimpin penguasaan dalam memanajemen waktu sangat diperlukan, karena ketika nantinya menjadi seorang pemimpin kepentingan atau aktivitas akan semakin bertambah banyak, yang mana ditakutkan akan ada beberapa kepentingan atau aktivitas yang akan terabaikan, jika tidak mampu memanajemen waktu dengan baik.

Mampu mengambil Keputusan
Untuk menjadi seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, karena seorang pemimpin sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan atau organisasinya.

Gaya Kepemimpinan

Pengertian Gaya Kepemimpinan
Menurut Kartono ( 1982:39 ), Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi dan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
Menurut Asmara ( 1985:17 ), Kepemimpinan adalah tingkah laku untuk mempengaruhi orang lain agar mereka memberikan kerjasamanya dalam mencapai tujuan yang menurut pertimbangan mereka adalah perlu dan bermanfaat.
Menurut Achmad Suyuti ( 2001:7 ), Kepemimpinan adalah proses mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi pikiran, perasaan, tindakan dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan ke arah tujuan tertentu.
Menurut Fandi Tjiptono ( 2001:161 ), Gaya Kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya.
Menurut Heidjrachman dan S. Husnan ( 2002:224 ), Gaya Kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hersey ( 2004:29 ), Gaya Kepemimpinan adalah pola tingkah laku ( Kata-kata dan tindakan-tindakan ) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain.

Jadi dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Gaya Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi dan mengarahkan aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan tertentu atau tujuan bersama.

Menentukan Gaya Kepemimpinan
Menurut Heidjrachman dan Husnan ( 2002:173 ) seorang pemimpin harus memiliki sifat Perceptive artinya mampu mengamati dan menemukan kenyataan dari suatu lingkungan. Untuk itu seorang pemimpin harus mampu melihat, mengamati, dan memahami keadaan atau situasi tempat kerjanya, dalam artian bagaimana para bawahannya, bagaimana keadaan organisasinya, bagaimana situasi penugasannya, dan juga tentang kemampuan dirinya sendiri. la harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Untuk memilih gaya kepemimpinan yang akan digunakan, perlu dipertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Meskipun banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, menurut Heidjrachman dan Husnan ( 2002:173 ) membaginya ke dalam 4 ( Empat ) faktor yaitu :
1) Faktor di Organisasi.
2) Faktor Pimpinan Manajer.
3) Faktor Bawahan.
4) Faktor Situasi Penugasan.

Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM )

Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM ) merupakan salah satu bentuk upaya yang ditempuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ( DP2M ), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik ( Mahasiswa ) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.

Jenis-Jenis PKM, yaitu :
1. PKM-P ( Karya Kreatif, Inovatif dalam Penelitian )
Merupakan Program Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobaan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, mengidentifikasi senyawa kimia di dalam tanaman, merumuskan teknik pemasaran, laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan Kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat Jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.

2. PKM-T ( Karya Kreatif, Inovatif dalam menciptakan Karya Teknologi )
Merupakan Program bantuan Teknologi atau manajemen atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil sesuai kebutuhan calon Mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif.  Karena produk PMKT adalah solusi untuk mengatasi persoalan yang diprioritaskan Mitra, maka di dalam usul program harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra pada kertas bermaterai Rp 6.000,- .

3. PKM-K ( Karya Kreatif, Inovatif dalam Membuka Peluang Usaha )

Merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar.

4. PKM-M ( Karya Kreatif, Inovatif  dalam Membantu Masyarakat )
Merupakan Program bantuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non-formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Disyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu / menjadi khalayak sasaran.

5. PKM-AI ( Karya Kreatif, dalam Penulisan Artikel Ilmiah )
Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri (studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain).

6. P K M–GT ( Karya Tulis dalam Penuangan Gagasan / Ide Kreatif )
Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang dapat ditemukan di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.

Alur perjalan setiap bidang PKM :

Struktur usulan PKM terdiri dari komponen berikut:
A. JUDUL
“Judul PKM hendaknya singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran mengenai kegiatan PKM yang diusulkan”.

B. LATAR BELAKANG MASALAH
“Latar Belakang Masalah isinya untuk menjawab keingintahuan mahasiswa untuk mengungkapkan suatu gejala / konsep / dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan”.

C. PERUMUSAN MASALAH
“Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya, atau peluang usaha yang akan diraih”.

D. TUJUAN
“Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik dan hendaknya jelas dan dapat diukur”.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
“Luaran harus sesuai dengan jenis kegiatannya seperti PKM-P ( Artikel, Paten ), PKM-T ( Paten, model desain, piranti lunak, jasa ), PKM-K ( Barang dan jasa komersial ), PKM-M ( Jasa, desain, barang ), PKM-Al ( Artikel Ilmiah ), PKM-GT ( Gagasan kreatif yang tertulis ).

F. KEGUNAAN
( Sebutkan manfaat yang akan diperoleh bagi khalayak sasaran, dari sisi ekonomi maupun IPTEK, pada saat atau setelah kegiatan PKM selesai ).

G. TINJAUAN PUSTAKA ( untuk PKM-P dan PKM-T )
“Rangkaian teori yang mempunyai sebuah atau beberapa alur pikir tentang terjadinya suatu peristiwa ilmiah ( Mechanism of Action ) dari suatu topik ilmiah yang dikaji”.
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ( ulasan mengenai hasil survai pasar atau survai kelayakan usaha untuk kegiatan kewirausahaan yang direncanakan dalam PKM-K )
“Uraikan kondisi umum lingkungan yang menimbulkan gagasan menciptakan kegiatan usaha profit yang menjanjikan. Gambaran mengenai potensi sumberdaya dan peluang pasar termasuk analisis ekonomi usaha yang direncanakan disajikan secara singkat untuk menunjukkan kelayakan usaha”.
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN ( untuk PKM-M )
“Uraikan permasalahan yang dihadapi masyarakat yang membutuhkan bantuan penyelesaiannya, dan berikan gambaran solusi yang ditawarkan termasuk teknologi yang akan digunakan”.

H. METODE PELAKSANAAN
“Uraikan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program secara rinci”.

I. JADWAL KEGIATAN
“Buatlah jadwal kegiatan PKM yang meliputi rinci kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart”.

J. RANCANGAN BIAYA
“Rincian biaya harus lengkap, wajar dan jelas peruntukannya. Honorarium (tim pelaksana, dosen pendamping ataupun tenaga pembantu lainnya) tidak diperkenankan bagi pihak manapun (tim pelaksana, dosen pendamping ataupun tenaga pembantu lainnya). Maksimal Dana 10 Juta”.

K. DAFTAR PUSTAKA ( untuk PKM-P dan PKM-T )
“Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan”.

L. LAMPIRAN
“1) Biodata Ketua dan Anggota Kelompok, Biodata Dosen Pedamping,
2) Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan ( untuk PKM-T, PKM-K, PKM-M ),
3) Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Pengusaha Mikro / Kecil ( untuk PKM-T ), Koperasi atau Kelompok Tani ( PKM-M ),
4) Denah detil Lokasi Pengusaha Kecil atau Mitra Kerja (untuk PKM-T, PKM-M)
5) Hal-hal lain yang dianggap perlu.”

Keajadian Alam Petir


Petir merupakan peristiwa alami loncatnya muatan-muatan listrik diantara awan ke awan atau awan ke permukaan Bumi.

Proses Terjadinya
Petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif ( Elektron ) menuju ke muatan positif ( Proton ). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif. Pada bagian bawah inilah petir biasa berlontaran.

Petir dapat terjadi antara :
• Awan dengan awan.
• Dalam awan itu sendiri.
• Awan ke udara.
• Awan dengan tanah ( Bumi )
Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter.

Dampak Negatif Petir
Umumnya petir-petir mengincar korban di wilayah datar yang terbuka. Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. Bayangkan betapa mengerikannya jika lompatan bunga api ini mengenai tubuh makhluk hidup! Korban tiba-tiba terpental ketika sebuah petir menyambarnya. Seperti juga korban lainnya, ia tewas seketika dengan tubuh terbakar. Apabila petir menyambar rumah, rumah tersebut akan rusak dan perabotan elektronik akan rusak seperti telepon, televisi, atau yang lainnya.

Cara mengantisipasi Petir
1. Apabila sebuah bangunan yang tinggi caranya dengan memasang penangkal petir. Apabila ada petir akar menyambar alat penangkal kemudian disalurkan melalui kawat besar yang terbuat dari tembaga atau kuningan menuju ke tanah.
2. Apabila terjadi hujan dan petir, lebih baik menghindar di tempat terbuka.
3. Untuk menghindari kerusakan alat listrik di rumah apabila terjadi hujan dan petir adalah dengan cara mematikan listrik, atau mencabut saluran antena di televisi, dan mencabut kabel telepon.

Peribahasa

Adat pasang turun naik.
artinya : Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Ada padang ada belalang, ada air ada pula ikan.
artinya : Dimana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.

Air beriak tanda tak dalam.
artinya : Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

Air tenang menghanyutkan.
artinya : Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.

Bagai ayam putih terbang siang.
artinya : Suatu perkara yang sudah jelas.

Bagai rusa masuk kampung.
artinya : Orang yang kagum memasuki tempat yang baru.

Biar lambat asal selamat, tak kan lari gunung dikejar.
artinya : Hidup tak perlu mengejar keuntungan, yang penting adalah keselamatan dan keuntungan itu akan datang sendiri.

Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
artinya : Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.

Buah yang manis biasanya berulat.
artinya : Kata-kata yang manis biasanya dapat menyesatkan atau menjerumuskan.

Keris panjang berkelok, kemana dibawa kemana elok.
artinya: Orang yang banyak dan lengkap pengetahuannya, disuruh apa saja ia pasti dapat mengerjakannya dengan baik.

Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena di tempuh.
artinya : Kepandaian dan keterampilan diperoleh berkat latihan.

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
artinya : Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.

Memikul di bahu, menjunjung di kepala.
artinya : Mengerjakan pekerjaan sebagaimana mestinya.

Membagi sama adil, memotong sama panjang.
artinya : Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.

Menang jadi arang, kalah jadi abu.
artinya : Kalah ataupun menang sama-sama menderita.

Mengukur baju orang di badan sendiri.
artinya : Menerapkan pikiran orang pada pikiran sendiri.

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.
artinya: Segala sesuatu yang akan dikerjakan hendaknya dipirkan dahulu baik – baik supaya tidak menyesal.

Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
artinya : Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.

Sekali air pasang, sekali tepian beranjak ; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah.
artinya : Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.

Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera.
artinya : Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.

Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
artinya : Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

Penyusunan Teks Proklamasi Indonesia

Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dilakukan melalui perundingan antara golongan muda dan golongan tua, yang mana perundingan ini berlangsung mulai pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Tempat penulisan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini dilakukan di ruang makan laksamana Tadashi Maeda jalan Imam Bonjol no. 1. Konsep Teks Proklamasi itu sendiri dibuat oleh Ir. Soekarno. Dan di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni menyusulkan agar yang menandatangani Teks Proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Dan yang mengetik Teks Proklamasi adalah Sayuti Melik.