Peribahasa

Adat pasang turun naik.
artinya : Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Ada padang ada belalang, ada air ada pula ikan.
artinya : Dimana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.

Air beriak tanda tak dalam.
artinya : Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.

Air tenang menghanyutkan.
artinya : Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.

Bagai ayam putih terbang siang.
artinya : Suatu perkara yang sudah jelas.

Bagai rusa masuk kampung.
artinya : Orang yang kagum memasuki tempat yang baru.

Biar lambat asal selamat, tak kan lari gunung dikejar.
artinya : Hidup tak perlu mengejar keuntungan, yang penting adalah keselamatan dan keuntungan itu akan datang sendiri.

Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
artinya : Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.

Buah yang manis biasanya berulat.
artinya : Kata-kata yang manis biasanya dapat menyesatkan atau menjerumuskan.

Keris panjang berkelok, kemana dibawa kemana elok.
artinya: Orang yang banyak dan lengkap pengetahuannya, disuruh apa saja ia pasti dapat mengerjakannya dengan baik.

Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena di tempuh.
artinya : Kepandaian dan keterampilan diperoleh berkat latihan.

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
artinya : Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.

Memikul di bahu, menjunjung di kepala.
artinya : Mengerjakan pekerjaan sebagaimana mestinya.

Membagi sama adil, memotong sama panjang.
artinya : Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.

Menang jadi arang, kalah jadi abu.
artinya : Kalah ataupun menang sama-sama menderita.

Mengukur baju orang di badan sendiri.
artinya : Menerapkan pikiran orang pada pikiran sendiri.

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.
artinya: Segala sesuatu yang akan dikerjakan hendaknya dipirkan dahulu baik – baik supaya tidak menyesal.

Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
artinya : Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.

Sekali air pasang, sekali tepian beranjak ; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah.
artinya : Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.

Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera.
artinya : Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.

Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
artinya : Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s