Gaya Kepemimpinan

Pengertian Gaya Kepemimpinan
Menurut Kartono ( 1982:39 ), Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi dan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
Menurut Asmara ( 1985:17 ), Kepemimpinan adalah tingkah laku untuk mempengaruhi orang lain agar mereka memberikan kerjasamanya dalam mencapai tujuan yang menurut pertimbangan mereka adalah perlu dan bermanfaat.
Menurut Achmad Suyuti ( 2001:7 ), Kepemimpinan adalah proses mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi pikiran, perasaan, tindakan dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan ke arah tujuan tertentu.
Menurut Fandi Tjiptono ( 2001:161 ), Gaya Kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya.
Menurut Heidjrachman dan S. Husnan ( 2002:224 ), Gaya Kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hersey ( 2004:29 ), Gaya Kepemimpinan adalah pola tingkah laku ( Kata-kata dan tindakan-tindakan ) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain.

Jadi dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Gaya Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi dan mengarahkan aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan tertentu atau tujuan bersama.

Menentukan Gaya Kepemimpinan
Menurut Heidjrachman dan Husnan ( 2002:173 ) seorang pemimpin harus memiliki sifat Perceptive artinya mampu mengamati dan menemukan kenyataan dari suatu lingkungan. Untuk itu seorang pemimpin harus mampu melihat, mengamati, dan memahami keadaan atau situasi tempat kerjanya, dalam artian bagaimana para bawahannya, bagaimana keadaan organisasinya, bagaimana situasi penugasannya, dan juga tentang kemampuan dirinya sendiri. la harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Untuk memilih gaya kepemimpinan yang akan digunakan, perlu dipertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Meskipun banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, menurut Heidjrachman dan Husnan ( 2002:173 ) membaginya ke dalam 4 ( Empat ) faktor yaitu :
1) Faktor di Organisasi.
2) Faktor Pimpinan Manajer.
3) Faktor Bawahan.
4) Faktor Situasi Penugasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s