Category Archives: Bisnis & Manajemen

Make To Stock

Pengertian

Make To Stock adalah membuat suatu produk akhir untuk disimpan, dan kebutuhan untuk konsumen akan diambil dari persediaan di gudang.

Contoh : Barang-Barang konsumsi (makanan kemasan, minuman, peralatan mandi dan lain-lain)

Karakteristik Make To Stock

• Menyimpan produk jadi

• Tingkat persediaan tergantung pada : waktu respon permintaan pelanggan dan tingkat variabilitas permintaan.

• Jika Lead Time singkat, maka tingkat persediaan lebih sedikit, penanganan cepat bila ada permintaan tak terduga, dan membutuhkan kapasitas yang fleksibel.

• Kebanyakan perusahaan Make To Stock intensive pada modal yang diperlukan untuk menjamin layanan pelanggan yang dapat diterima.

• Pelanggan perusahaan Make To Stock tidak bersedia menunggu lama untuk mendapatkan produk yang mereka butuhkan.

• Jadwal produksi biasanya diatur oleh perkiraan permintaan.

• Bagian sales harus menjual berdasarkan Available to Promise (ATP) yaitu porsi dari persediaan yang belum teralokasikan / terikat dengan order.

Iklan

Microsoft Dynamics AX

Microsoft Dynamics AX merupakan salah satu produk dari Microsoft Dynamics ERP yang dirancang untuk membantu organisasi melakukan dengan standarisasi proses dan membantu dalam penyesuaian. Microsoft Dynamics AX awalnya dikembangkan dengan nama Axapta di Denmark, dan diambil alih Microsoft pada tahun 2002. Customisasi pengembangan dan modifikasi AX dapat dilakukan menggunakan IDE-nya sendiri yaitu MorphX dan menggunakan bahasa pemogramannya adalah X++.

Feature Microsoft Dynamics AX
• Fungsi negara spesifik untuk mempermudah pengguna mematuhi peraturan lokal di 36 negara.
• Workflows yang mengotomatisasi proses bisnis, menegakkan standar prosedur operasi untuk membatasi resiko organisasi.
• Memberikan keamanan, kehandalan dan skalabilitas melalui integrasi dengan Microsoft SQL Server 2008 (contoh, database dapat dikompres hingga 40-60 persen).

Dengan menggunakan Dynamic AX dapat mensupport bisnis secara keseluruhan dimana di dalamnya dapat ditemukan semua standar aplikasi ERP, yang merupakan satu kesatuan yang mudah untuk digunakan secara menyeluruh,yaitu :
• Analitis
• Costumisasi
•  Distribusi
•  E-commerce
•  Manajemen Keuangan
•  Manajemen Sumber Daya Manusia
•  IT Infrastruktur Manajemen
•  Perindustrian
•  Project management
•  Sales dan Pemasaran
•  Supply chain management

Kelebihan Microsoft Dynamics AX
Menggunakan platform microsoft sehingga Microsot Dynamics AX ini sangat mudah untuk diintegrasikan dengan produk Microsoft lainnya.
• Sangat fleksibel dan mudah dimodifikasi.
• Microsoft Dynamics AX mampu memperluas areal bisnis di internet.
• Terjangkau bagi perusahaan kelas menengah kebawah.
• Kemampuan dan support internasional / lokal yang kuat.
• Dukungan manajemen terhadap multi mata uang yang baik.
• Keamanan dan fungsionalitas yang kuat.
• Terintegrasi dengan software CRM.

Kelemahan Microsoft Dynamics AX
• Dalam Microsoft Dynamics AX hanya tersedia beberapa modul yang dinilai kurang lengkap dan tidak menunjang bagi beberapa bagian dalam perusahaan.
• Microsoft Dynamics Ax hanya cocok digunakan pada platform Windows.

Cara Berbisnis yang Sukses

Berbisnis dengan Jujur
Berbisnislah dengan cara yang jujur, sehingga dapat dipercaya oleh orang lain, dengan begitu nantinya bisnis yang dilakukan akan semakin berkembang.

Berbisnislah yang menguntungkan
Jangan berbisnis jika usaha yang akan dilakukan merugikan, maka dari itu sebelum memulai usaha akan lebih baik lagi jika kita sudah meneliti terlebih dahulu apakah usaha yang kita lakukan itu menguntungkan atau malah hanya mendapatkan kerugian saja.

Berbisnislah dengan niat yang baik
Dalam berbinis bukan hanya untuk mencari uang, tapi juga berusaha untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia pada umumnya bukan sebaliknya memuaskan kebutuhan dan keinginan sendiri. Dan Jika mendapatkan keuntungan usahakan untuk beramal kepada orang lain yang tidak mampu atau orang-orang yang membutuhkan pertolongan, karena dengan memberi kita akan mendapatkan manfaat dikemudian hari.

Hargailah Mitra Bisnis
Dalam berbisnis tidak akan lepas dari mitra bisnis, karena mitra bisnis termasuk juga faktor pendukung dalam perkembangan bisnis, maka dari itu hargailah mitra bisnis kita dan dengan begitu juga usaha yang dijalankan akan semakin berkembang.

Berusahalah untuk tidak memberi Hutang atau Berhutang
Berbisnis dengan memberikan hutang atau berhutang, akan dapat mengurangi pemasukan kita, karena pemasukan yang didapatkan dikatakan baik, apabila pemasukan yang didapat dapat ditabung, dan dapat digunakan kembali sebagai investasi untuk mengembangkan bisnis.

Customer Relationship Management “CRM”

Pengertian CRM
Adapun beberapa pengertian CRM menurut para ahli, yaitu :
Menurut  Kalakota dan Robinson : 2001, CRM sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi.
Menurut Laudon dan Traver : 2002, CRM menyimpan informasi pelanggan dan menyimpan serta merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.
Menurut Kotler : 2003, CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan melalui penggunaan informasi tentang pelanggan.
Menurut Haryati, S : 2003, CRM didefinisikan sebagai sebagai suatu rangkaian aktifitas sistematik yang terkelola sebagai usaha untuk semakin memahami, menarik perhatian, dan mempertahankan loyalitas pelanggan yang menguntungkan ( Most Profitable Customer ) demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa :
Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management “CRM” ) merupakan jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya, yang mana tujuannya untuk meningkatkan hubungan dengan tiap pelanggan demi mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Komponen CRM
Komponen utama dari CRM adalah Otomasi Tenaga Penjualan ( Sales Force Automation “SFA” ), yang mana dapat membantu para Sales Representative untuk mengatur account dan Track Opportunities pelanggan, mengatur daftar kontak yang pelanggan miliki, mengatur jadwal kerja mereka, memberikan layanan training online yang dapat menjadi solusi untuk training jarak jauh, serta membangun dan mengawasi alur penjualan mereka, dan juga membantu mengoptimalkan penyampaian informasi dengan news sharing.

Menurut Blueprint CRM Telkom ada tiga komponen CRM yaitu ( CRM, Team : 2002 ) :
1. Customer
adalah segala pihak yang pernah, akan dan sedang merasakan produk jasa dan layanan yang diberikan perusahaan, baik dalam proses melihat, membeli dan pemeliharaan. Perlu diingat bahwa tidak semua pelanggan merupakan pelanggan potensial. Dimana 80% keuntungan perusahaan diperoleh dari 20% pelanggan potensial.

2. Relationship
Dalam membangun Relationship ( Hubungan ) dengan pelanggan, perusahaan harus memahami mata rantai yang menghubungkan perusahaan dengan pelanggannya yaitu komunikasi dua arah. Tujuan dari hubungan dengan pelanggan adalah kepuasan jangka panjang yang melampaui transaksi individual. Arena hubungan mengimplikasikan loyalitas, emosi dan perasaan positif terhadap sesuatu atau seseorang.

3. Management
CRM harus berfokus pada pengelolaan dan peningkatan hubungan sejati dengan pelanggan dalam jangka panjang. CRM membantu perusahaan untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang nilai yang diperoleh dari mengembangkan hubungan yang solid dan kontribusi hubungan tersebut bagi pengembangan keunggulan kompetitif perusahaan.

Tahapan CRM
Ada tiga tahapan CRM menurut Kalakota dan Robinson : 2001, yaitu :
1. Mendapatkan pelanggan baru ( Acquire ), Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.
2. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada ( Enhance ), Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya ( Customer Service ). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan ( Reduce Cost ).
3. Mempertahankan pelanggan ( Retain ), merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

Fungsi dalam CRM
Sebuah sistem CRM harus dapat menjalankan fungsi:
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
2. Mengusung falsafah Customer Oriented ( Customer Centric ).
3. Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan.
4. Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan.
5. Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna.
6. Menangani keluhan / komplain pelanggan.
7. Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan.
8. Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari   pelanggan.

Tips Rahasia memulai Bisnis Baru

1. Ciptakan Mimpi Besarmu
Awal dari terwujudnya kesuksesan besar adalah mimpi besar. Mulai dari sekarang cobalah bermimpi ingin menjadi pebisnis yang memiliki beberapa usaha di mana-mana, memiliki banyak cabang yang tersebar di beberapa belahan dunia, memperoleh keuntungan yang sangat besar, dan sukses dalam segala bidang.
Mimpi ini nantinya dapat dijadikan sebuah motivasi untuk menjadi sukses dan dapat menggali ide-ide kreatif untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses.

2. Berpikir Kritis dan Kreatif
Cobalah untuk selalu berpikir kritis dan kreatif, sebab berpikir kritis dan kreatif dapat menciptakan peluang bisnis baru yang dapat menguntungkan.

3. Berani mengambil Resiko
Dalam memulai untuk berbisnis harus berani mengambil resiko, jangan pernah takut untuk gagal dalam menjalankan bisnis, tetapi bersikaplah optimis menatap ke depan dan lakukan dengan sungguh-sungguh.

4. Membuat Rencana Bertahap
Seringkali masalah awal dalam berbisnis pasti terletak pada modal yang kecil, maka untuk memaksimalkannya gunakan modal itu dengan sebaik-baiknya, serta rencanakan dengan bertahap untuk mengembangkan bisnis yang baru dibuat.

5. Antisipasi Masalah Bisnis
Dalam perjalanan di dunia bisnis tidak selamanya lancar dan mulus. Maka untuk mengantisipasi terjadinya masalah bisnis yang terjadi, seorang pebisnis harus memiliki beberapa antisipasi bisnis yang kreatif dan memiliki rencana cadangan untuk mempertahankan bisnis yang telah dibuat.

6. Membuat Rancangan Anggaran
Setelah beberapa waktu usaha bisnis berjalan dan usaha bisnis mulai makin menguntungkan, segeralah menyusun anggaran, tempatkan pengeluaran dan pemasukan dalam tempat yang berbeda. Berhati-hatilah dalam pembuatan rancangan anggaran, karena jika tidak tepat akan kesulitan menanganinya.

Hal yang menyebabkan Sistem Bisnis Cina lebih maju daripada Indonesia

Ambilah kebaikan dari sistem bisnis orang Cina, yang mana Cina termasuk Negara yang maju dan kuat dalam berbisnis.

Falsafah bisnis Cina yang mengajarkan orang cina untuk bekerja keras, berpandangan luas, dan berpikir panjang dalam berbisnis.
Dalam berbisnis memang yang diperlukan kerja keras, berpandangan luas serta bukan berpikir untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dalam jangka pendek, tetapi bagaimana keuntungan yang diperoleh itu konsisten dalam waktu yang lama, sehingga bisnis dapat bertahan dan kuat.

Cina memiliki budaya bisnis yang mengajarkan untuk berani, ulet, cekatan, dan rela berkorban demi tercapainya  sukses di bisnis.
Ketika berbisnis memang diperlukan suatu pengorbanan yang cukup besar, baik waktu, biaya dan pikiran. Selalu berpikirlah ke depan dan lakukan yang terbaik untuk kemajuan bisnis yang dimiliki.

Cina memiliki sistem bisnis yang mengutamakan pelanggan.
Pelanggan ibaratnya asset yang berharga, karena pelanggan merupakan konsumen utama dalam berbisnis, ketika pelanggan mendapatkan pelayanan yang memuaskan, maka pelanggan akan setia untuk berbisnis dengan kita. Oleh karena itu, selalu utamakanlah pelanggan dalam proses bisnis kita dan jangan membuat pelanggan kecewa.

Cina memiliki etika bisnis yang melarang penggunaan cara-cara kotor dalam bisnis karena perbuatan tersebut dianggap terkutuk serta orang cina tidak boleh kaku.
Dalam berbisnis itu lakukan dengan jujur dan tidak melakukan kecurangan, ketika kejujuran dan cara-cara kotor digunakan, maka bisnis kita tidak akan dipercaya lagi. Dalam melakukan proses bisnis juga tidak boleh kaku, dalam artian proses bisnis yang digunakan harus mampu menjangkau semua aspek-aspek masyarakat mulai dari masyarakat ekonomi atas, ekonomi menengah, dan ke bawah.

Cina memiliki banyak cara jitu dan sangat berguna dalam mengembangkan bisnis mereka.
Dalam berbisnis memang diperlukan suatu strategi yang jitu untuk mengembangkan bisnis, strategi dikatakan baik jika strategi yang digunakan mampu mendapatkan keuntungan lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan dalam melakukan proses bisnisnya, serta dapat menjangkau semua aspek masyarakat.

Apabila Bangsa Indonesia mampu menanamkan jiwa bisnis seperti orang Cina, maka tidaklah mungkin Indonesia akan mampu menguasai dunia bisnis dan perekonomian dunia, karena Indonesia juga didukung dengan letak geografis yang strategis dan memiliki sumber daya alam yang berlimpah, tinggal bagaimana Sumber Daya Manusia dari Negara Indonesia untuk memaksimalkannya dan mau berubah menjadi lebih baik lagi, serta meningkatkan teknologinya agar maju.
Indonesia pasti kau mampu melakukannya..!!

Etika Bisnis

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.

Etika dalam Dunia Bisnis ialah :

1. Pengendalian diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang “etis”.

2. Pengembangan tanggung jawab sosial (Social Responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.

3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.

4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.

5. Menerapkan konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-“ekspoitasi” lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.

6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.

8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan kuat. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.

9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada “oknum”, baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan “gugur” satu semi satu.

10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.

11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti “proteksi” terhadap pengusaha lemah. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini.